Beruk (Macaca nemestrina), atau dikenal juga sebagai pig-tailed macaque, adalah salah satu jenis monyet dari genus Macaca yang berasal dari Asia Tenggara. Berikut adalah deskripsi lengkap dan jelas tentang beruk:


1. Nama dan Klasifikasi Ilmiah

  • Nama umum: Beruk (Indonesia/Melayu), Pig-tailed macaque (Inggris)
  • Nama ilmiah: Macaca nemestrina
  • Keluarga: Cercopithecidae (monyet Dunia Lama)
  • Genus: Macaca


2. Ciri-Ciri Fisik

  • Ukuran tubuh:

    • Jantan: lebih besar, beratnya bisa mencapai 15–20 kg.

    • Betina: lebih kecil, sekitar 7–12 kg.

  • Panjang tubuh: sekitar 45–60 cm (tidak termasuk ekor).
  • Ekor: Pendek dan melengkung ke atas seperti ekor babi, itulah sebabnya disebut “pig-tailed macaque.”
  • Warna bulu: Cokelat kekuningan atau cokelat keabu-abuan di bagian punggung, lebih terang di bagian dada dan perut.
  • Wajah: Tidak berbulu, biasanya berwarna merah muda hingga gelap. Ekspresi wajah sering terlihat serius atau waspada.
  • Gigi taring: Jantan memiliki gigi taring yang besar dan mencolok, digunakan untuk mempertahankan diri dan menunjukkan dominasi.

3. Habitat dan Sebaran

  • Wilayah alami: Hutan-hutan tropis di Asia Tenggara — termasuk Indonesia (Sumatra, Kalimantan), Malaysia, Thailand, dan sebagian Myanmar.
  • Habitat: Hutan hujan dataran rendah, hutan rawa, hutan sekunder, dan kadang-kadang daerah pertanian.


4. Perilaku dan Kebiasaan

  • Sosial: Hidup berkelompok dalam kawanan besar yang dipimpin oleh pejantan dominan.
  • Aktivitas: Diurnal (aktif di siang hari).
  • Arboreal dan terestrial: Meskipun dapat memanjat pohon dengan baik, mereka lebih sering beraktivitas di tanah.
  • Komunikasi: Menggunakan berbagai suara, ekspresi wajah, dan gestur tubuh untuk berkomunikasi.


5. Makanan

Beruk adalah omnivora:

  • Buah-buahan (makanan utama)
  • Daun muda, bunga
  • Serangga, burung kecil, dan telur
  • Kadang mencuri tanaman pertanian seperti jagung dan kelapa


6. Peran Ekologis dan Hubungan dengan Manusia

  • Membantu penyebaran biji tanaman melalui kotorannya.
  • Di beberapa tempat, beruk dilatih untuk memetik kelapa (khususnya di Thailand dan sebagian Sumatra).
  • Dianggap hama di beberapa daerah pertanian karena merusak tanaman.
  • Dalam budaya lokal, kadang digunakan dalam pertunjukan (beruk topeng monyet).


7. Konservasi

  • Status konservasi: Vulnerable (Rentan) menurut IUCN Red List.
  • Ancaman utama:

    Hilangnya habitat akibat pembalakan liar dan konversi hutan menjadi lahan pertanian. Perburuan untuk perdagangan hewan peliharaan, pertunjukan, atau konsumsi.